PGMI UIN Maliki, Siapkan Mahasiswa Hadapi ASEAN Community

Sabtu (27/04) PGMI UIN Maliki gelar seminar pendidikan yang bertema Arah Pengembangan Kurikulum MI/SD dalam Menghadapi ASEAN Community. Tak hanya seminar pendidikan, serangkaian acara juga telah sukses digelar, diantaranya Sarasehan, Temu Alumni, dan juga launching sanggar seni dan tari.

Acara yang bertempat di Auditorium Gedung Ir. Soekarno Lantai 5 ini dihadiri oleh Rektor Baru UIN Maliki Malang (Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M.Si), Kabag Set Kanwil Kemenag Jatim (Dr. H. Mustain, M.Pd), seluruh jajaran fakultas tarbiyah, mahasiswa PGMI, dan juga alumni PGMI UIN Maliki Malang.

Dalam sambutannya, Mudjia Rahardjo mengatakan bahwa tema yang diangkat dalam seminar kali ini sangat relevan, membangun kampus regionalisasi tingkat nasional menuju Asean Community. Tak hanya itu, Mudjia juga memberi amanah kepada fakultas tarbiyah untuk menambah prodi baru nantinya, yaitu Bimbingan Konseling, PGRA, dan Manajemen Pendidikan Islam. Kepada para alumni Dia juga berpesan agar bisa menyampaikan saran dan kekurangan selama menempuh pendidikan di UIN Maliki. Dengan demikian para alumni juga bisa menyumbang kepada fakultas agar menjadi lebih baik lagi.

Menurut Dr. H. Mustain, M.Pd, yang saat itu juga menjadi pemateri, PGMI merupakan salah satu jurusan yang mempunyai prospek kerja yang bagus. “Memang untuk tahun 2013, rekruitmen guru tidak menerima CPNS dari formasi umum, artinya alumni PGMI tahun ini tidak berkesempatan untuk mengikuti tes. Tetapi tidak perlu khawatir akan dibuka di tahun 2014 nanti,” katanya. Mustain juga berharap semoga dengan adanya alumni-alumni PGMI UIN Maliki ini, bisa mencetak calon pemimpin negeri yang 50% atau bahkan 70% lulusan madrasah.

Mengenai Asean Community, Pembantu Dekan I Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Nur Ali, M.Pd mengatakan bahwa calon guru harus punya keterampilan khusus, bermoral baik, dan berpakaian bagus. Itu merupakan cermin performance Asean Community.

Menanggapi Kurikulum 2013 yang sedang ramai dibicarakan di dunia pendidikan, Nur Ali berencana akan mengadakan olimpiade melalui HMJ dan juga Senat Mahasiswa, yaitu Olimpiade Tematik Siswa dan Olimpiade Guru Kelas. Melalui olimpiade tersebut, diharapkan peserta didik mampu menggunakan pendekatan Tematik-Integratif yang ada dalam kurikulum 2013.

Sebagai implikasi dari adanya kurikulum 2013 adalah setiap guru harus menguasai pemetaan seperti contohnya klasifikasi materi yang terdiri dari fakta, konsep, teori, prosedural, nilai, dan keterampilan. dengan menguasai klasifikasi materi, guru diharapkan mampu menjalankan pendekatan Tematik-Integratif.

Serangkaian acara tersebut ditutup dengan penampilan para mahasiswa PGMI UIN Maliki yang tergabung dalam pentas panggung seni. Melalui tarian yang diiringi kolaborasi alat musik tradisional, mereka sukses membius perhatian dan antusias peserta seminar. “Semoga dengan adanya sanggar seni dan tari yang baru diresmikan, kita sebagai calon guru akan lebih bisa mengeksplor kemampuan kita untuk mewujudkan peserta didik yang tak hanya kompeten dalam bidang akademik, tetapi juga dalam bidang non akademik,” tutur salah satu panitia yang enggan dipublikasikan namanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s